NADYA 5 (SENANDUNG AYAH BUNDA)
Kau bertanya padaku
tentang dua mata peri
Percayalah
binarnya tak seterang
mata bunda
kala menatap
dan menggenggam tanganmu
Pada setiap napasnya
bunda membuat matahari baru
dalam jiwamu
Kau bertanya padaku
tentang dua kaki gunung itu
Percayalah
kokohnya tak setegar
bahu ayah
kala memanggulmu
tanpa istirah
Pada setiap napasnya
ayah memancangkan tiang-tiang asa
agar langkahmu sampai pada bianglala
(1 Mei 2007)
oleh: Abdurahman Faiz :)





0 comments:
Post a Comment