HARGA YANG MAHAL

Dear @ichasumapradja , saya mau nulis sedikit karena kiriman DM kamu yg saya baca pagi ini.


Kepo itu punya harga, berupa kepercayaan.
Dan terkadang, harganya lebih mahal drpd yg bisa kita bayar.
Di saat lo mulai kepo, itu saat dimana lo udah ga percaya lagi sama yg lo denger dari orang lain, dari temen2nya, dari dia. Lo cuma percaya sama yg lo liat/baca pake mata lo sendiri. Makanya lo mulai kepo.

Ga bisa dibilang salah juga sih kepo itu.
Mungkin lebih ke manusiawi ya.
Sama kayak ngomongin orang, mungkin.
Alangkah baiknya kalo kita berhenti kepo dan mulai percaya.
Tapi susah, kalo yg bersangkutan belum bisa dipercaya sepenuhnya.
Susah, kalo ini baru awal dan lo ga tau harus ngasih kepercayaan ke dia seberapa banyak ( atau seberapa sedikit ).
Tapi yg namanya susah itu, bukan berarti mustahil, kan?
balik lagi ke pilihan masing2.

I used to be kepo, dan i paid much of trust because of it.
Yg pertama harganya mahal dan cukup menguras dompet kepercayaan gue (sampe sekarang).
Yg kedua cuma agak unexpected. But still, there's a price i must paid for it.
Pilihannya (mungkin) cuma ada dua.
Trust him that it's just rubbish and he'll change soon, and keep going.
Atau tetap sama sm prinsip gue (yg blm tentu bener) and keep my heart safe haha.

Just remind, that in your case, that shit happened months ago.
Months ago i was still head over heels into a boy from last two year.
But today i can laugh about it and even already suffer from another broken trust hahaha.

Lo hidup, lo belajar.
That's good things about life, nisa.
You will always learn, if you want to remember what life have taught you, even once.
People said we can learn well from our mistakes in past.
But i'd rather like to say, it's better if we can learn well from other mistakes, so we dont need to experience bad things like others did.

Jatuh, bangun lagi.
Mungkin bakal jatuh lagi, rasa sakitnya ga akan sama.
Makanya, jangan buat rasa sakitnya sia2 dan kita ga belajar apa2.

Stay safe, Nisa.
I love you, always <3



CONVERSATION

0 comments:

Back
to top