Kemarin malam, sekitar jam 8, gue random tiba-tiba nonton Gie.
Setelah beberapa tahun ga nonton film itu, dan malah yg terakhir kali nonton, ga sampai selesai nontonnya,
Ini bukan kali pertama gue nonton Gie, tapi ini kali pertama gue nonton film ini dan ikut larut sama cerita dan emosi di dalamnya.
Gue kagum, selalu kagum, sama sosok Soe Hok Gie.
Dengan semua keberanian, kejujuran, dan hal-hal lain seperti ketertarikan beliau atas film, musik, hiking, dan lain-lain.
Gie itu seperti sosok fiksi yang nyata bagi gue. Bener-bener sedih banget kalo sadar Gie itu tokoh nyata tapi meninggal di umur yang begitu muda, di sela-sela perjuangan beliau.
Gue ga bakal cerita siapa Gie dan bagaimana kiprahnya. Karena semua orang bisa googling dan dapat hasil lengkapnya dari sana.
Gue pertama kali tau Gie sewaktu kelas 1 SMA. Sekitar tahun 2004.
Waktu itu ada kakak kelas gue yg mengidolakan sekali Gie, dan gue jadi ikut-ikutan cari tahu tentang Gie. Dan yeah, gue juga jadi mengidolakan beliau xD
Gue bukan anti-Soekarno atau anti siapapun.
Gue mengidolakan Soekarno, dan gue mengidolakan Soe Hok Gie.
Gie pun, menghormati Soekarno.
Dan Nicholas Saputra sebagai Gie made the movie became perfect.
Gue suka sama NicSap tapi ga sebanyak waktu sebelum dia jadi Gie.
NicSap as Gie is so asdjnfjjaksjkjdkfhbdfuhbfuwbjcbcj xD
Jonathan Mulia also did a great job as young Gie.
Gue adalah HUGE FAN of good quotes.
Dan Gie wrote LOTS OF good writes and books.
Dia juga quoted some good quotes.
Filmnya juga penuh dengan good quotes.
Seperti, "Apa yg lebih puitis selain bicara tentang kebenaran?"
Dan pas Gie habis demo dan makan es sendirian di bawah pohon, kotor, keringetan.
Trus mamanya datang dan kaget ngeliat dia capek, keringetan, kotor.
Mamanya tanya, "Kenapa kamu melakukan semua ini?"
Ini salah satu scene yg paling menyentuh gue.
Semua orang bertanya-tanya kenapa Gie melakukan semua hal itu, walau sebenernya mereka tahu untuk apa.
Gie berjuang sendirian, karena ga cukup banyak orang yang berani berdiri di samping dia.
Sehabis lulus, dia jadi dosen di almamaternya, dan dia bilang, "Nama
saya Soe Hok Gie. Boleh panggil saya Soe, atau Gie. Tapi jangan panggil
saya Pak" xD
Waktu dia di gunung Semeru terakhir kali juga.
Dia lagi nulis sendirian trus seakan-akan Han (sahabat kecilnya) dateng dari belakang dan mereka guling-guling sambil ketawa.
Lalu mereka jadi remaja lagi, dan Gie tanya "Kemana aja lo?"
I kinda feel that.
Dan yeah, itu scene dimana Gie meninggal karena gas beracun di Gunung Semeru.
16 Desember 1969, tepat 1 hari sebelum Gie ulang tahun ke-27.
Gue belajar banyak dari nonton film Gie (dan gue akan mendapat jauh lebih banyak pelajaran setelah gue membaca ulang Catatan Seorang Demonstran, dan kalo kiriman buku Soe Hok Gie... Sekali Lagi sampe dari Gramedia).
Betapa kita harus menyingkirkan kepentingan golongan, apalagi pribadi.
Selama ini kita tahu kalimat itu cuma dari pelajaran PKn (Pendidikan Kewarganegaraan) dan ga pernah bener-bener paham maksudnya untuk diterapkan di kehidupan sehari-hari.
Gie punya rasa humanis yang tinggi.
Dia selalu cari cara supaya orang lain tidak kekurangan dan kesusahan tapi Gie ga memikirkan tentang dirinya sendiri.
Gie juga bangga atas dirinya, seorang keturunan Cina, walau pada zaman itu ga mudah jadi peranakan Cina. Dia juga menolak mengganti namanya, walau kakaknya sendiri mengganti nama di akhir tahun 60-an.
Gie setia kawan banget sama temen-temennya, dan ga takut sama siapapun atau apapun, karena dia yakin yang dia lakukan itu benar, walau itu against people around him.
Indonesia pasti berbeda kalau Gie tetap ada.
Tapi siapa yang bakal tega ngeliat Gie berjuang keras sendirian?
Mungkin lebih baik begini, karena mungkin kalau Gie masih ada, dia bakal mengasingkan diri saking kecewanya dengan Indonesia saat ini.
Young Gie by Jonathan Mulia
Gie di gunung
Gie melihat teman-teman demonstrannya
dikejar aparat
Gie dipergoki mamanya sehabis demo
dengan keadaan kotor, kelelahan, dan penuh keringat
Detik - Detik Terakhir Gie di Semeru

















1 comments:
hi, i'm Putri Wahyudewi from IDNtimes. We would like to feature your photos as part of our content. The credit's still yours and we will put the backlink to your blog. If you feel uncomfortable, please tell us at tania@idntimes.com.
Post a Comment