SINCERE

Ikhlas, adalah salah satu ilmu yg paling sulit yg saya temui.
Tapi justru, bukan ikhlas dalam memberi, tapi ikhlas dalam menerima.
Ikhlas dalam memberi itu lebih mudah, karena dalam kondisi itu kita sudah siap kehilangan sesuatu.
Dan kebetulan saya juga bukan orang yg bisa/seneng basa-basi, jadi kalo saya udah ngasih ya berarti dikasih, ikhlas.

Tapi disaat menerima itu justru keikhlasan diuji.
Saat menerima, kita tidak selalu dalam keadaan siap untuk mendapat perubahan dalam hidup kita.

Ikhlas menerima kalo tiba-tiba barang kesayangan hilang.
Ikhlas menerima kalo ternyata rezeki yg ada di dompet bukan punya kita.
Ikhlas menerima kalo orang yg kita sayang ga selalu bisa ada bersama kita.

Saya masih belum 100% ikhlas Papa saya sekarang udah nggak ada.
Menerima, iya.
Karena kalau ga diterima pun keadaannya ga akan berubah.
Tapi ikhlas itu beda lagi.
Saya masih belum 100% ikhlas sahabat yg dulu saya percaya sekarang sudah ga sama-sama lagi.
Saya masih belum 100% ikhlas kepercayaan yg saya kasih ke orang lain disalahgunakan.
Malah kadang, belum 100% ikhlas kalo dapat cobaan yg saya kira terlalu berat.

Ilmu ikhlas itu tinggi sekali, bagi saya.
Dan saya sangat salut dengan orang-orang yg bisa mengikhlaskan, sulit ataupun tidak sulit.
Karena ikhlas itu datangnya dari hati, dan hati itu tidak bisa berbohong.
Mari belajar ikhlas.
Ikhlas memberi, dan terutama, ikhlas menerima.

CONVERSATION

4 comments:

Anonymous said...

susah, tp bisa
yakin itu yang terbaik buat kita & orang yang kita sayang

mungkin naif, tp cma itu cara yang biasa g pake
ikhlas itu keren
hehehe

Chita said...

Susah, tapi bisa. Betul.
Cuma ilmu gue baru sampe ikhlas memberi, belum ikhlas menerima.
Masih belajar banget.

Anonymous said...

ya, semangat
itu salah satu proses blajar lu jg, kn
g jg msi blajar

Anonymous said...

heiiiiiiiii
kmn aja?
blm posting2 lg?

Back
to top