SAYA & BAHASA BELANDA

Bulan Oktober kemarin saya memutuskan untuk belajar Bahasa Belanda.
Out of nowhere, out of the blue.
Keputusan diambil dalam waktu beberapa jam, setelah saya merasa butuh belajar bahasa asing lainnya.
Dan waktu saya sebut kalau saya belajar Bahasa Belanda ke orang lain, pasti pada tanya:
Buat apa belajar Bahasa Belanda?
Mau ke Belanda?
Punya pacar orang Belanda? (Duh!)
Kenapa ga bahasa Jerman?
Dll.

Well yes, kenapa Bahasa Belanda?
Sebenarnya, sejujurnya, saya merasa Bahasa Perancis lebih bermanfaat. Bahasa Perancis sudah termasuk jadi salah satu dari 6 bahasa Internasional. Belanda belum.
Tapi saya sudah belajar Bahasa Perancis waktu SMA dan dengan tingkat kesulitan seperti itu, sepertinya saya tidak punya waktu haha.
Pengucapan kata di Bahasa Belanda cenderung mudah, dan sepertinya overall tidak sesulit Perancis dan Jerman.
Dan saya suka sekali sejarah, Belanda punya kaitan yang sangat amat erat dengan sejarah Indonesia, maka itu menjadi motivasi besar yang lain: kalau saya lancar bahasa Belanda nanti, saya bisa lebih memahami istilah-istilah di buku sejarah, bisa baca buku sejarah yang berbahasa asli bahasa Belanda.
Menyenangkan sekali!

Dan juga, ada pertanyaan kenapa belajarnya harus di kedubes?
Ya ga harus sih, tapi saya pilih belajar di kedubes supaya saya bukan cuma belajar bahasa, tapi juga belajar budaya.
Lalu setelahnya saya malah bisa melihat hikmah yang lain.
Di tempat kursus lain saya tidak akan dapat fasilitas perpustakaan dengan banyak sekali buku Bahasa Belanda, mediatheek atau laboratorium bahasa yang bisa dipakai kapan saja, dan juga teman-teman les yang ruang lingkupnya jauh lebih luas dibanding jika saya ikut kursus di daerah Bogor saja.
Walau harus naik kereta dan transjakarta setiap Sabtu, tapi sangat sangat menyenangkan sekali.

Sebenernya saya agak sedih dan menyesal kenapa ga dari tahun-tahun kemarin mulai belajarnya.
Kenapa mesti kedistract sama keinginan beli ini dan itu.
Kenapa visionnya belum dibuka sampai sana.
Tapi ga ada waktu yang lebih baik dari waktu terjadinya suatu hal kan?
Dan saya sarankan, selagi masih muda, punya waktu, bisa menyisihkan biaya, cari ilmu sebanyak-banyaknya.
Apa yang kamu mau? Belajar bahasa, renang, jahit, lukis, nyetir, travelling, just do them all!
Do things that your future self will be thankful for :)

CONVERSATION

0 comments:

Back
to top