Selama saya dibesarkan, saya tidak menerima banyak pujian.
Atau bisa saja saya yang tidak ingat.
Well, sewaktu saya umur 4-5 tahun sih saya menerima appraisal karena Papa sukses mengajarkan saya Bahasa Inggris dari sebelum saya masuk SD.
Tapi setelah itu, khususnya setelah Papa meninggal, ga ada lagi yang ngasih appraisal di hidup saya.
Not that I complained. It happened. It couldn't be done otherwise, right?
Tapi mungkin itulah alasan kenapa saya menjadi orang yang tidak pernah percaya diri dan awkward.
Setiap saya menerima pujian, saya tidak percaya kalau saya berhak atas pujian tersebut.
Sometimes, it makes me looks arrogant, karena reaksi saya biasanya diam, senyum datar, atau paling bilang terima kasih secara standard.
In other situation gue jugs bisa menjawab, "I'm not doing anything good. It's just what I'm supposed to do."
Tapi itu bukan berarti gue ga seneng menerima appraisal lho.
Beberapa minggu yang lalu gue nerima pujian pertama gue dari beberapa colleagues gue.
I'm really flattered and appreciate it.
Tapi setengah dari gue ga percaya karena bagi gue I didn't do anything great.
I'm just doing my job.
Di HOL, gue juga hampir selalu meragukan diri sendiri, dalam hal apapun.
The good thing is, I have Sam.
Dari 4 tahun yang lalu pertama kali gue kenal Sam, dia yang selalu ngasih gue tantangan baru.
Something bigger each time, yang bahkan gue sendiri ga percaya kalo gue bisa ngerjain hal itu.
But in the end, I could.
She believes in me more than anyone ever believed in me.
And I believe that everyone needs a person in their life who is like that.
I'm lucky to have her.
Sampai sekarang, kalo dia ngasih gue kerjaan baru, gue cuma bisa jawab, "If you think I can do that, then I will."
Was it good to grow up receiving less appraisal?
I honestly don't know.
Tapi yang jelas gue merasa senang pihak-pihak yang mendidik gue tidak pernah mengiming-imingi rewards.
Entah itu sekedar "Beli ini ke warung, kembaliannya buat kamu", hadiah kalau puasanya full satu bulan, juara kelas, atau apapun itu.
Karena lalu saya mengerti bahwa mengerjakan sesuatu itu tidak perlu imbalan dalam bentuk apapun.
Bahkan terkadang, kita juga tidak bisa mengharapkan imbalan dalam hasil yang baik.
Shit happens, right?
It was a random thoughts I have after receiving another compliment from my boss this morning.
And I haven't even replied his email of compliment.
I don't even know if I would.
CONVERSATION
Subscribe to:
Post Comments
(
Atom
)
What's This?
If you expect to find useful articles here, please skip this blog.
This is Chita's personal blog in which she writes anything she wants, most of times in her imperfect English and sometimes in her supposed-to-be-good Indonesian.
And,
Please don't take personally anything I wrote here :)
It's Me!
Currently reading
Search This Blog
Labels
Life
Chita
Things I Love
Favorite
Thoughts
Challenge
Sucks
Love
Fams
Doctor Who
TV
Bands
Random
Quotes
Song
2012
Pictures
Kaiwa
HOL
2013
Friends
Anime
Birthdays
College
Annuals
Future
Quidditch
SQL
2014
2015
2016
Father
Instagram
Poetry
TWA
YouTube
YouTube Videos
2017
2020
GQT
Movies
RQT
Ravenclaw
Videos
2010
2011
2019
Briefcase
Concert
Dad
Disney
FCVR
Fine Days
Foods
Gryffindor
Live
Lyrics
Music
2018
2023
Fangirl
General
Singer
2009
2021
Farewell
Gie
Health
Holidays
Jazz
Morning
Mother
Music Videos
Neverland
Reading
SwaggerJagger
Wishes
blabbering
poems





0 comments:
Post a Comment