BEHIND THE SCENE

"Kok dia jago banget sih main musiknya? Bakat deh pasti!"
"Enak ya punya otak pinter, nggak usah belajar capek-capek tapi dapet nilai bagus."
"Kerjaan dia enak ya, gitu-gitu doang tapi uangnya banyak."

Sounds familiar?
Nggak?
Kalo nggak juga nggak apa-apa.
Kalo iya... sama dong!

Nggak bisa bohong, terkadang (nggak selalu!) memang ada rasa kayak gitu.
Merasa hidup itu nggak adil banget (ya emang hidup itu nggak adil sih, makanya ada akhirat :P) tapi inget tentang ketidakadilan cuma pas kita lagi merasa tertindas aja.
Pas lagi enak mikirnya hidup itu adil hahaha.

Memang ada sebagian kecil orang yang punya kemampuan lebih di bidang tertentu. Yang ingatannya bagus, sehingga otomatis kalau mau ujian, dia tinggal mengulang sedikit aja nilainya udah 9.
Dan ada juga sebagian kecil lainnya yang merasa udah belajar semalam suntuk buat ngapalin selama seminggu tapi kok nggak masuk-masuk. Atau udah merasa bisa, tapi nilainya segitu-segitu aja.

Nggak usah bahas yang bagian itu lah.
Nanti panjang.

Bahas yang biasa aja.
Karena gue percaya, di mana ada kemauan, di situ ada jalan.
Dan kerja keras itu tidak akan pernah mengkhianati hasil.
Insya Allah.

Kenapa tiba-tiba bahas ini?

Karena minggu lalu gue ke workshop dengan Marco Steffiano dan Tesla Manaf sebagai pembicara.
Detailnya nggak perlu gue ceritain. Nanti panjang.
Intinya di situ gue dapet pelajaran simple yang berharga.
Tentang betapa kerja keras itu memang perlu.

Kata Marco, Barasuara itu latihan di studio selama dua tahun demi mencapai hasil yang mereka inginkan.
Dua tahun lho.
Gila.
Kebayang nggak punya adik atau kakak yang selama dua tahun kalo ditanya mau ke mana jawabannya, "Mau latihan ngeband."
Bahkan mungkin banyak yang baru latihan ngeband beberapa bulan udah males. Atau udah kepengen manggung. Atau mulai pecah karena satu per satu personilnya nggak dateng latihan lagi.
Belum sukses aja udah bubar, piye?
Jadi menurut gue emang Barasuara ini sekarang sedang menuai hasil latihan mereka itu,
Nggak sia-sia kan latihan dua tahun, mereka menang best live act dari Rolling Stone Indonesia di tahun 2016.

Marco juga cerita kalau Gerald Situmorang itu punya stock lagu sebanyak lebih dari 200 lagu.
Jadi lagu-lagu ciptaan Gerald yang kita denger selama ini itu cuma sebagian kecilnya aja.
Kalo kita udah nyiptain lebih dari 200 lagu sih pasti ada kan yang bagus, walaupun cuma satu.
Tapi kalo baru nyiptain 20 lagu aja tapi udah kesel karena lagunya nggak ada yang bagus, lalu kamu berhenti... duh!

Tesla juga berpendapat demikian walau di hari itu kita nggak sedang membahas tentang kerja keras sebagai tema.
Dia menyarankan, kalau mau main musik dengan bagus, kuncinya cuma latihan.
"Latihan lagu yang lo suka, sampai lo benci sama lagu itu, cinta lagi, benci lagi, cinta lagi, terus aja begitu"
Bahkan dia pernah mengarahkan suatu band yang selama beberapa waktu harus latihan dengannya selama 10-12 jam setiap harinya.
Karena dia memang sangat percaya kalau mau jadi lebih baik, kuncinya ya cuma latihan.

Kalau nggak salah gue pernah denger Hanuraga bilang kalau main piano bukanlah first nature-nya dia. Entah apa, dia nggak cerita.
Dia bisa main piano kayak sekarang itu karena latihan keras.
He has chosen piano so he works harder for it.
Bukan cuma sekedar yang merasa berbakat lalu latihan seadanya dan bisa jadi kayak dia.

Seringnya kita nggak tau, atau nggak mau tau, tentang proses di balik sebuah pencapaian.
Dan ketika sudah tau pun, nggak mau untuk berada di posisi mereka untuk menjalani proses yang sama.
Walaupun menurut gue sih salah kalo kita mau sukses seperti Agnes Monica tapi ngikutin jalannya Agnes secara identikal. Karena setiap orang-orang punya cara dan jalannya sendiri.
Choose the one which will suit you the best!

Banyak sih quotes tentang hard work yang berseliweran dan bisa dipilih yang mana yang bisa memotivasi diri kita secara optimal.

Mari berusaha (lebih) keras!

CONVERSATION

0 comments:

Back
to top